Amar Gif

Copyright | Privacy Policy | Contact | Dmca

rotasi tanaman merupakan salah satu kegiatan manusia yang bermanfaat untuk menjaga kelestarian lingkungan salah satu manfaat rotasi tanaman adalah dapat mempertahankan kesuburan tanah Mengapa sistem rotasi tanaman dapat mempertahankan tingkat kesuburan tanah​

Apakah ini pertanyaan yang kamu cari?
< data-testid="question_feedback_btn_positive_test_id" class="sg-button sg-button--s sg-button--transparent">Ya< data-testid="question_feedback_btn_negative_test_id" class="sg-button sg-button--s sg-button--transparent">Tidak

Menanam jenis tanaman yang sama atau satu keluarga secara terus menerus mengakibatkan kesuburan tanah menurun, dan serangan organisme pengganggu tanaman meningkat.

Rotasi tanaman mencegah terakumulasinya patogen dan hama yang sering menyerang satu spesies saja. Rotasi tanaman juga meningkatkan kualitas struktur tanah dan mempertahankan kesuburan dengan melakukan pergantian antara tanaman berakar dalam dengan tanaman berakar dangkal.

Beberapa tanaman ada yang memiliki sifat rakus hara dan beberapa tanaman justru mampu memberikan ketersediaan hara tanah. Salah satu jenis tanaman yang rakus hara adalah umbi-umbian, sedangkan jenis tanaman yang memberikan unsur hara adalah polong-polongan. Pada suatu kasus budidaya jenis tanaman sayur, hal ini sangat dianjurkan karena mampu memberikan kestabilan hara pada tanah.

Pembahasan

Rotasi tanam atau gilir tanam adalah salah satu sistem budidaya tanaman dengan cara menggilir atau menanam lebih dari satu jenis tanaman yang berbeda dalam waktu yang tidak bersamaan. Rotasi tanam tersebut sudah lama dikenal di dunia pertanian, bahkan hingga sekarang pun sering dijadikan rekomendasi untuk beberapa jenis budidaya tanaman.

Rotasi tanaman memiliki banyak keunggulan. Pada beberapa sistem budidaya tanaman organik, rotasi tanaman sangat direkomendasikan. Beberapa keunggulan rotasi tanaman adalah mampu mengurangi intensitas serangan hama atau penyakit, meningkatkan kesuburan tanah, serta mampu membentuk ekosistem mikro yang stabil. Selain itu, di dalam dunia agribisnis pada beberapa jenis komoditas terutama jenis sayuran mampu memenuhi permintaan pasar yang diinginkan.

Fungsi pertama dari rotasi tanaman adalah mampu mengurangi intensitas serangan hama dan penyakit. Tentu saja, melalui metode ini beberapa jenis hama dan penyakit mampu ditangkal apabila melakukan rotasi tanaman dengan jenis ataupun famili yang berbeda. Setiap famili tanaman umumnya memiliki jenis hama dan penyakit yang hampir sama, misalkan tanaman tomat memiliki jenis hama dan penyakit yang hampir sama dengan cabe dan terung. Melalui rotasi tanaman dengan famili lain, maka siklus hama dan penyakit yang menyerang pada periode sebelumnya akan terputus, misalkan penyakit antraknosa pada cabe tidak akan menyerang tanaman jagung.

Fungsi kedua adalah untuk meningkatkan kesuburan tanah. Beberapa tanaman ada yang memiliki sifat rakus hara dan beberapa tanaman justru mampu memberikan ketersediaan hara tanah. Salah satu jenis tanaman yang rakus hara adalah umbi-umbian, sedangkan jenis tanaman yang memberikan unsur hara adalah polong-polongan. Pada suatu kasus budidaya jenis tanaman sayur, hal ini sangat dianjurkan karena mampu memberikan kestabilan hara pada tanah.

Salah satu contoh rotasi tanaman yang dilakukan pada kelompok tanaman sayuran adalah musim pertama dilakukan tanam umbi, kemudian tanaman polong-polongan, setelah itu menanam tanaman sayuran buah dan sayuran daun. Saat menaman umbi, maka kandungan hara pada tanah akan berkurang banyak, sehingga pada musim tanam selanjutnya harus menanam jenis sayuran polong-polongan untuk mampu meningkatkan kandungan hara terutama unsur N  pada tanah.  Setelah unsur hara terutama kandungan N di dalam tanah sudah terstabilkan oleh sayuran polong-polongan, maka dilakukan penanaman sayuran buah dan sayuran daun. Siklus serapan dan input hara tersebut mewakili juga fungsi ketiga rotasi tanaman yaitu sebagai penstabil ekosistem mikro. Kestabilan hara pada tanah melalui siklus rotasi tanaman tersebut terjadi secara alami.

Fungsi keempat, sebagai pemenuh kebutuhan dan permintaan pasar. Sudah tentu, dengan rotasi tanaman kita dapat memproduksi berbagai varian komoditas dalam 1 petak kawasan tanam. Dalam teknisnya, kita hanya perlu mengetahui permintaan pasar dan menyesuaikannya dengan pola tanam di lahan serta kemudian menjualnya ke pasar secara kontinyu

Pelajari Lebih Lanjut

  1. Materi tentang  kegunaan sistem rotasi tanaman brainly.co.id/tugas/9302816
  2. Materi tentang  rotasi tanaman brainly.co.id/tugas/8787793
  3. Materi tentang bercocok tanam di lahan sempit brainly.co.id/tugas/12451388

Detil Jawaban  

Kelas: 9

Mapel: IPS

Bab:

8

Kode: 9.10.8

Kata kunci: kelestarian lingkungan, rotasi tanaman, kesuburan tanah

lampiran aktif
< data-testid="button-enlarge" title="perbesar gambar" class="sg-button sg-button--m sg-button--solid-light sg-button--icon-only" aria-label="perbesar gambar">
< d